PERANAN PENTING PROFESI SEORANG ADVOKAT/PENGACARA

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat, Advokat adalah orang yang berprofesi memberi jasa hukum, baik di dalam maupun di luar pengadilan.

Pada umumnya dimasyarakat Advokat sering disebut Pengacara, Penasehat Hukum atau Konsultan Hukum.

Pada prinsipnya tugas dari seorang Advokat/Pengacara adalah memberikan bantuan hukum, membela dan menjaga hak-hak dan kepentingan hukum klien sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan adapun beberapa tugas pokok seorang Advokat adalah sebagai berikut, memberikan konsultasi hukum, memberikan bantuan hukum, menjalankan kuasa, mewakili dan/atau mendampingi Klien, membela dan melakukan tindakan-tindakan hukum lainya yang diperkenankan oleh Undang-undang demi kepentingan hukum dari Klienya.

lantas siapa saja yang dapat menggunakan jasa seorang Advokat ?

Pada umumnya yang dapat menggunakan jasa seorang Advokat adalah perorangan ataupun Badan Hukum, setiap orang ataupun badan yang memerlukan bantuan dalam bidang hukum sangat dapat menggunakan jasa dari seorang Advokat, karena salah satu fungsi dari seorang Advokat adalah menyelesaikan permasalahan-permasalahan Hukum yang sudah ada ataupun yang akan datang.

Seberapa Penting Penggunaan Jasa Seorang Advokat untuk Perorangan ataupun Badan Hukum ?

Perlu kita ketahui, Negara Indonesia adalah Negara Hukum yang dimana hal ini termuat dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 1 ayat (3) yang secara eksplisit menjelaskan bahwa tidak ada satu hal pun yang luput dari hukum di Negara ini, termasuk aktivitas bisnis oleh perusahaan maupun individu. Misalnya perjanjian (kontrak) kerja sama, pendirian perusahaan, perizinan, merek dagang, paten, hak cipta, merger, akuisisi, perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) atau perjanjian kerja waktu tidak tentu (PKWTT) dengan karyawan, dan lainnya. Itu semua diatur oleh hukum yang artinya segala aktivitas tersebut harus tunduk dan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Apabila segala tindakan tersebut tidak sesuai hukum yang berlaku, maka tidak menutup kemungkinan perusahaan anda akan menghadapi gugatan atau tuntutan hukum dari pihak ketiga (misalnya masyarakat, karyawan, rekan bisnis atau bahkan pemerintah).

Dan tentunya kalau sudah terjadi masalah seperti hal tersebut,nantinya akan berimbas ke aktivitas bisnis perusahaan, hancurnya reputasi dan nama baik perusahaan, serta hal-hal lain yang berujung pada kerugian perusahaan baik itu dari segi kepercayaan sebagai rekan bisnis maupun secara ekonomi.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan Advokat pada Badan Usaha agar Badan Usaha dapat menjalankan usahanya dengan sebagai mana mestinya.

Pertama, Advokat akan Memastikan Bisnis Badan Usaha Anda Berjalan Sesuai Hukum Yang Berlaku agar Badan Usaha menjalankan bisnis sesuai dengan aturan hukum yang berlaku, dan melindungi kepentingan hukum Badan Usaha agar tidak mendapatkan gangguan-gangguan hukum dari pihak manapun.

Adapun lebih rincinya Advokat akan selalu memeriksa dan memastikan segala perizinan ataupun pendirian Badan Usaha sudah sesuai hukum yang berlaku, memeriksa dan memastikan perjanjian kerja perusahaan dengan karyawan sudah sesuai hukum yang berlaku, memeriksa dan memastikan akta-akta, merek dagang, paten dan aset-aset milik perusahaan adalah sah, didaftarkan dan tidak sedang bermasalah secara hukum, dan sebagainya. Kalaupun perusahaan telah atau dalam keadaan bermasalah dari segi hukum, Advokat atau Konsultan Hukum nanti yang akan melakukan pemeriksaan  kesalahan tersebut dan Advokat atau Konsultan hukum akan membenarkan serta menyesuaikan agar permasalahan tersebut dapat terselesaikan tanpa menyebabkan dampak yang buruk bagi perusahaan. dalam bahasa hukumnya tindakan tersebut dikatakan sebagai Legal Audit.

Kedua, Advokat akan Mencegah Timbulnya Perselisihan Atau Masalah Hukum di Kemudian Hari yang sangat beresiko besar kepada Badan Usaha.

Hal ini biasannya muncul setelah beberapa tahun setelah peristiwa hukum pertama terjadi. Tidak menutup kemungkinan permasalahan itu muncul ketika Badan usaha mencoba memberdayakan sumber daya manusia di internal perusahaan untuk mengurus perusahaan yang berkaitan dengan hukum. Hal hasil ketika suatu pekerjaan yang dikerjaakan bukan dengan orang yang ahli dalam bidangnya, besar kemungkinan hal itu akan beresiko dikemudian hari. Tentunya akan berimbas keperusahaan itu sendiri. Kejadian tersebut sering kami jumpai yang dimana banyak perusahaan tidak memakai jasa orang yang professional dalam bidangnya.

Advokat atau Konsultan Hukum dapat meminimalisir akibat yang timbul di kemudian hari dengan meluruskan kegiatan yang bersinggungan dengan hukum yang akan dan sedang dilakukan oleh Badan Usaha. Apabila segala sesuatu di dalam perusahaan sudah sesuai hukum yang berlaku, maka kecil kemungkinan atau bahkan bisa dikatakan tidak akan ada masalah hukum yang muncul di kemudian hari. Karena segala sesuatunya sudah diantisipasi sejak awal.

Contohnya dalam perjanjian bisnis dengan pihak ketiga, Advokat atau konsultan hukum sudah membuat perjanjian tersebut sebaik dan sedetail mungkin, dan juga sudah diatur segala sanksi dan akibat hukumnya sehingga tidak ada celah bagi pihak manapun untuk melakukan “kecurangan-kecurangan (Fraud)” dalam berbisnis. Dan Apabila pihak ketiga melakukan kecurangan atau melanggar perjanjian dengan perusahaan, maka Advokat dan konsultan hukum akan segera mengambil langkah hukum yang diperkenankan oleh Undang-Undang terhadap pihak ketiga tersebut.

Ketiga, Advokat dan Konsultan Hukum dapat melakukan Pembelaan Baik Di Dalam Maupun Luar Pengadilan demi menjaga kepentingan hukum Badan Usaha atau Klien.

Dalam hal ketika Badan Usaha sedang berhadapan dengan permasalahan hukum, Advokat dan Konsultan Hukum akan Memberikan Perlindungan Hukum Serta Mengambil Tindakan Cepat Untuk Mencegah Kerugian yang dialami oleh Badan Usaha. Meskipun Badan Usaha telah menjalankan bisnis atau kegiatan usahanya sudah dengan baik, tidak menutup kemungkinan pihak kedua ataupun rekan bisnis menjalankan suatu kerja sama dengan menunjukan itikad.

Tidak menutup kemungkinan pihak-pihak (bisa rekan bisnis, karyawan/buruh, masyarakat, atau pemerintah) yang merasa dirugikan yang pada akhirnya mengajukan tuntutan atau gugatan hukum.

Jika Badan Usaha telah memiliki Advokat atau Konsultan Hukum, maka perusahaan tidak perlu khawatir karena sudah ada advokat atau Konsultan Hukum yang akan memberikan perlindungan hukum dan membela kepentingan hukum perusahaan baik di dalam maupun di luar pengadilan (seperti mendampingi di pengadilan, kejaksaan, pengadilan, mediasi, negosiasi, arbitrase dan sebagainya).

Atau sebaliknya, apabila Badan Hukum justru yang dirugikan, maka para advokat (in house lawyer) yang akan mengambil langkah hukum yang diperkenankan oleh Undang-Undang untuk dan atas nama Badan Usaha.

“Demikian pembahasan seputar hukum kali ini, apabila saudara memiliki permasalahan Hukum baik perorangan ataupun Badan Usaha, saudara dapat menghubungi kami langsung sesuai dengan kontak yang telah kami sediakan, salam”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *