HAK WARIS BESERTA ATURANNYA

 

Pertanyaan

Orang tua saya baru saja meninggal dan saya anak kedua dari empat bersaudara apakah saya mempunyai hak terhadap warisan orang tua saya, dan apabila warisan orang tua saya di kuasai oleh salah satu pihak bagaimana langkah hukumnya ?

Jawaban

Terima kasih atas pertanyaan yang telah Saudara ajukan kepada kami. Waris hanya akan berlangsung karena adanya kematian pewaris, peninggalan harta warisan oleh pewaris dan adanya ahli waris. Pemberian Warisan tak hanya berupa harta, tetapi juga hutang dan berbagai kewajiban lainnya kepada ahli waris. Dalam undang-undang terdapat dua cara untuk mendapatkan suatu warisan :

  1. Secara ab intestanto ( ahli waris menurut undang undang).

Menurut undang-undangan ini, yang berhak menerima bagian warisan adalah para keluarga sedarah, baik dan maupun diluar kawin dan suami atau istri yang hidup terlama.

  1. Secara testamentair (ahli waris yang ditunjuk melalui wasiat/testament).

Dari pertanyaan saudara dapat di simpulkan bahwa saudara merupakan anak/keluarga sedarah pewaris yang termasuk golongan yang memiliki hak waris. Yang dalam hal ini diatur dalam perundang-undangan baik secara KUHPerdata maupun secara KHI jika keluarga anda beragama Islam. Berikut dasar hukum singkatnya :

Berdasarkan KUHPerdata terdapat 4 jenis golongan yang memiliki hak waris :

  1. Golongan I: suami/ istri yang hidup terlama dan anak/keturunannya (Pasal 852 KUHPerdata).
  2. Golongan II: orang tua dan saudara kandung Pewaris
  3. Golongan III: Keluarga dalam garis lurus ke atas sesudah bapak dan ibu pewaris
  4. Golongan IV: Paman dan bibi pewaris baik dari pihak bapak maupun dari pihak ibu, keturunan paman dan bibi sampai derajat keenam dihitung dari pewaris, saudara dari kakek dan nenek beserta keturunannya, sampai derajat keenam dihitung dari pewaris.

Berdasarkan Hukum Waris Islam Golongan ahli waris terdiri dari: (Pasal 174 ayat (1) KHI )

  1. Menurut hubungan darah:
    • Golongan laki-laki terdiri dari: ayah, anak laki-laki, saudara laki-laki, paman dan kakek.
    • Golongan perempuan terdiri dari: ibu, anak perempuan, saudara perempuan dari nenek.
  1. Menurut hubungan perkawinan terdiri dari: duda atau janda.

Ketika seorang pewaris meninggal dan meninggalkan warisan. Pada prinsipnya harta peninggalan/warisan harus dibagi dan tidak bisa tidak dibagi terutama jika pewaris memiliki ahli waris. Langkah yang harus  dilakukan ahli waris terhadap harta waris, sebagai berikut:

  1. Membuat Surat Keterangan Kematian di Kelurahan/Kecamatan setempat.
  2. Membuat Surat Keterangan Waris yang berfungsi untuk membuktikan orang-orang yang berhak menjadi ahli waris atas harta peninggalan sang pewaris. Tanpa adanya surat ini, seseorang yang dianggap ahli waris tidak bisa mengambil dan menguasai harta warisan peninggalan pewaris, walaupun memang sudah menjadi haknya. Surat ini dianggap sah menurut hukum, sehingga mereka yang tercantum namanya dalam surat keterangan tersebut, secara hukum dianggap berhak atas warisan Surat keterangan ahli waris untuk warga negara Indonesia (WNI) asli, dibuat di bawah tangan dengan ditandatangani dua orang saksi, disahkan lurah, dan dikuatkan oleh camat setempat.
  3. Ajukanlah permohonan penetapan ahli waris baik ke Pengadilan Agama (Bagi yang beragama Islam) maupun ke Pengadilan Negeri (Bagi yang bukan beragama Islam) permohonan dapat diajukan jika tidak adanya sengketa terhadap objek waris.
  4. Jika Objek waris tersebut memiliki sengketa di mana adanya ahli waris yang tidak mau membagi atau menghalang-halangi pembagian warisan sehingga terjadi konflik. Ada 3 cara dalam menyelesaikan sengketa waris tersebut:
    • Melalui musyawarah kekeluargaan;
    • Melalui jalur hukum yaitu dengan mengajukan gugatan secara perdata di Pengadilan Agama (Bagi yang beragama Islam) maupun ke Pengadilan Negeri (Bagi yang bukan beragama Islam);
    • Melalui jalur mediasi.

Sekian pembahasan seputar hukum kali ini, apabila saudara memiliki permasalahan hukum baik perorangan ataupun badan usaha, saudara dapat konsultasikan kepada kami dengan menghubungi kami secara langsung melalui :

Contact
Whatsaap : +6281211958632
Telp : (021) 27612488

Alamat Kantor :
Jl. Boulevard Grand Depok City, Ruko Anggrek 1 Blok C1 No.18, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat, 16412

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *